Kesenian Tradisional Sunda Sisingaan

LABUHAN DELI | Dikonews

Indonesia yang terdiri dari beribu-ribu pulau dengan bermacam ragam suku bangsa, kaya akan adat budaya dan kesenian yang tidak di miliki oleh bangsa lain di dunia ini.
Sudah menjadi kewajiban bagi kita, sebagai generasi penerus bangsa, untuk tetap menjaga dan melestarikan adat budaya dan kesenian Warisan Leluhur Nenek Moyang kita.
Hal ini di lakukan oleh Dedek Sutisna, warga Desa Pematang Johar, Kecamatan Labuhan deli, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Dia tetap melestarikan dan mengembangkan Kesenian tradisional Sunda.
Untuk melestarikan kesenian ini, Dedek pun membentuk kelompok kesenian tradisional Sunda, Balad Kurawa. Anggotanya pemuda dan pemudi Desa Pematang Johar.
Dengan sabar dia mendidik dan membenahi mental para remaja untuk dapat memainkan kesenian langka ini. Banyak jenis kesenian Sunda yang di lestarikannya, salah satunya adalah Sisingaan. Kesenian ini adalah satu prosesi penyambutan dengan arak-arakan sang putra yang akan di khitankan, dengan diiringi alat musik tradisional khas sunda, kendang dan terompet. Sang putra yang akan di khitankan layaknya sebagai seorang Pangeran yang duduk diatas Sisingaan dan di tandu oleh empat orang punggawa, serta di giring oleh penari-penari cantik menuju ke singgasananya.
Kesenian ini sangat di gemari oleh anak-anak di Desa Pematang Johar, dan selalu di gelar di acara hajatan warga. Tidak hanya itu, Dedek juga sering di undang ke luar daerah untuk menampilkan kesenian tersebut. apa yang di lakukan Dedek ini patut di contoh bagi kita generasi muda yang lain, bahwa dengan melestarikan dan mengembangkan kesenian, kita juga sudah mengisi kemerdekaan yang sudah dengan susah payah di rebut dari penjajah oleh para pahlawan kita terdahulu. ( Buhairi )

Kirim Komentar Anda

Email anda tidak akan di tampilkan.