15 July 2012
Bank Perkreditan Rakyat
MEDAN | Dikonews
Perkembangan kinerja bank perkreditan rakyat atau BPR di Sumatera Utara masih baik ditandai dengan meningkatnya terus penghimpunan dana pihak ketiga dan penyaluran kredit.
“Secara yoy (year on year) pertumbuhan kredit BPR Sumut pada Mei 2012 naik 11,54 persen dan DPK (dana pihak ketiga) tumbuh 9,80 persen dan itu masih menggembirakan,”kata Peneliti Ekonomi Madya Senior Bank Indonesia (BI) Medan, Mikael Budisatrio, di Medan, hari ini.
Penghimpunan DPK pada Mei sebesar Rp560 miliar dan kredit Rp580 miliar. Meski lebih besar kredit ketimbang DPK, kata dia, belum menimbulkan kekhawatiran. Apalagi, kata Mikael, aset BPR itu juga terus naik dari Rp720 miliar di Mei 2011 menjadi Rp830 miliar di 2012.
Sama seperti bank lainnya, BI juga terus mengawasi BPR, bahkan BPR itu juga mendapat perhatian lebih karena memang perlu pembinaan lebih serius, kata Mikael. Pengamat ekonomi Sumut, Jhon Tafbu Ritonga, menyebutkan, pemerintah harus mengembangkan BPR ke pedesaan agar tidak kalah bersaing dengan bank umum yang sudah semakin melebarkan jaringan di hampir setiap sudut kota.
BI juga harus lebih mengawasi ketat karena nyatanya hingga dewasa ini, manajemen BPR cenderung masih dikelola secara kekeluargaan. “Kalau dikelola baik, BPR diyakini kuat bisa berkembang baik di Sumut karena sebagian besar masyarakat pedesan di daerah itu belum tersentuh bank umum meski bank itu sudah menggurita,” katanya. (dat06/antara)
PEMATANG SIANTAR | Dikonews - AS (45), seorang dosen di ...