ilustrasi

LABUHAN | Dikonews

Puluhan warga bermukim Lingkungan VI dan VIII Kelurahan Nelayan Indah Kecamatan Medan Labuhan, memblokir akses Jalan Khaidir Kecamatan Medan Labuhan. Aksi tersebut dilakukan warga sebagai bentuk protes mereka terhadap polusi debu yang timbul akibat dari pengerjaan proyek penimbunan lahan perumahan oleh Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) kota Medan,kemarin.

Keterangan diperoleh Dikonews,Minggu (29/7) menyebutkan, warga merasa keberatan lantaran seringnya puluhan unit dum truk tronton pengangkut tanah merah diduga melebihi tonase melintas keluar masuk dikawasan jalan tersebut, sehingga menimbulkan polusi udara dan kerusakan bangunan rumah milik warga.

“Tanah merah yang diangkut kadang berjatuhan di jalan dan kalau hari hujan tanah itu menjadi licin kayak kubangan lumpur, dan saat hari panas debunya berterbangan sampek menyesakkan pernafasan dan mata warga terasa perih,”kata, Sumarni (34) salah seorang warga.

Tidak hanya polusi debu saja yang terjadi akibat dari proyek tersebut. Namun lanjut, Sumarni dampak dari lintasan dum truk tronton bermuatan puluhan ton tanah merah itu juga mengakibatkan kondisi badan Jalan Khaidir Kecamatan Medan Labuhan mulai mengalami kerusakan.

“Bagaimana kondisi jalan disini tidak retak, kalau dum truk yang melintas setiap harinya tidak sesuai dengan kapasitas jalan yang ada. Untuk itu hari ini kami memblokir jalan dan melarang truk berkapasitas melebihi tonase melintasi jalan ini,” ungkapnya.

Pantauan disekitar lokasi, tumpahan tanah timbun yang diangkut oleh puluhan unit dum truk tersebut memang tampak beserakan disepanjang akses jalan tersebut. Bahkan pengerjaan proyek pembangunan perumahan oleh Dinas Perkim kota Medan yang tidak ramah lingkungan ini sangat mengganggu penglihatan serta pernafasan para pengguna jalan dan warga setempat.

Camat Medan Labuhan, Zain Noval  mengatakan, pihaknya telah berupaya memfasilitasi guna mencari solusi dalam menyelesaikan permasalahan antara warga dengan pihak pelaksana proyek, dengan menyarankan kepada pihak pelaksana supaya menggunakan  kenderaan pengangkut tanah dengan kapsitas lebih kecil dari sebelumnya.

”Dari hasil pertemuan tadi, mulai hari senin mendatang pihak pelaksana proyek akan menggunakan truk pengangkut tanah berkapasitas lebih kecil dari sebelumnya, dan itu sudah disepakati oleh kedua belah pihak, jadi sudah tidak ada masalah,” kata, Noval.

Sedangkan soal pembersihan badan jalan akibat dari tumpahan tanah yang terjatuh, pihak pelaksana proyek berjanji akan melakukan penyiraman supaya tidak menimbulkan polusi debu yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat setempat. Bahkan pihak kecamatan siap menurunkan armada pemadam kebakarannya untuk melakukan penyemprotan akses badan jalan.(HR)

Kirim Komentar Anda

Email anda tidak akan di tampilkan.