KOTA PINANG | Dikonews -

Halomoan Siregar (45) alias Lomo, yang baru satu hari dikukuhkan menjadi ketua SPSI di gedung nasional Langgapayung, tewas bersimbah darah, diduga ditusuk sejumlah anggota SPSI kepengurusan yang lama di halaman pabrik kelapa sawit (PKS) PT Sumber Tani Agung (STA) Desa Sabungan, Kecamatan Silangkitang, Kabupaten Labuhanbatu Selatan.

Kejadian itu sontak membuat warga setempat heboh, karena disekujur tubuh korban terdapat puluhan luka tusukan yang diduga menggunakan tojok yang biasa digunakan sebagai alat untuk mengangkat tandan buah segar (TBS). Penusukan terjadi saat korban berusaha melarikan diri dari hadangan warga, korban lalu terjatuh dan terkapar ketika bagian belakang tubuhnya terkena lemparan tojok saat berusaha melarikan diri dari kejaran warga yang menghadangnya.

Setelah korban ditusuk berulang kali, lelaki yang selama ini disebut-sebut kebal senjata tajam itu pun tewas ditempat. Sedangkan mobil yang digunakan korban dibakar beberapa orang hingga menjadi puing-puing tepat didepan pintu gerbang PKS tersebut.

Peristiwa pembunuhan itu berawal ketika Lomo Siregar datang ke PKS PT STA untuk memberitahukan kepada pihak manejemen perusahaan, bahwa mereka telah resmi kembali menjadi pengurus yang baru. Dan sebelumnya, beberapa tahun lalau Lomo dan beberapa rekannya pernah menjabat sebagai ketua DPC SPSI didaerah tersebut.

Setibanya didepan pintu gerbang PKS PT STA, mobil jenis Kijang Kapsul BK 1971 ZT yang ditumpangi Lomo Siregar bersama Wakil DPC SPSI Kecamatan Silangkitang Mustopa Harahap, Sekjen SPSI Kodirun Harahap, dan Bendahara Burhanuddin Hasibuan, langsung dihadang puluhan anggota SPSI kepengurusan yang lama, yang diduga tidak terima dengan pelantikan korban sebagai pengurus baru ditingkat kecamatan.

“Saat kami mengantar berkas hasil pengukuhan itu, di depan pintu gerbang sudah ramai orang, tiba-tiba kaca mobil yang kami tumpangi langsung dilempar,” jelas Burhanuddin Hasibuan, salah seorang kepengurusan yang baru dikukuhkan tersebut.

Lanjut Burhanuddin, karena melihat adanya gelagat yang tidak baik, dia langsung membuka pintu mobil sambil berlari untuk menyelamatkan diri menuju jalan pulang. Sedangkan tiga rekannya yang lain juga keluar dari dalam mobil berusaha menghindari kerumunan warga tersebut.

“Saat saya berusaha menyelamatkan diri, sempat juga mendarat tendangan di punggung saya.  Beruntung saya bertemu dengan seorang anggota TNI yang kebetulan melintas didaerah itu. Kalau tidak, habis juga nyawa saya. Kemudian saya minta perlindungan kepada anggota TNI yang lewat itu. Sedangkan nasib rekan saya yang lain tidak tahu kemana, namun menjelang siang harinya, saya mendengar Lomo sudah mati ditojok mereka,” terangnya.

Sementara itu, dokter Puskesmas Langgapayung, Irfan Nasution yang turut memeriksa luka pada tubuh korban menjelaskan, jumlah luka tusukan yang terdapat disekujur jasad korban sebanyak 10 luka, 3 diantaranya dibagian kepala 3 dan 7 dibagian punggung korban.

“Sepertinya kena tusukan benda tajam itu ada sepuluh. Seperti luka bakar terdapat satu di bagian lengan kiri korban atau persisinya dekat ketiaknya,”tuturnya.

Kepala Sub Bagian (Kasubag) Hubungan Masyarakat (Humas) Polres Labuhanbatu, AKP MT Aritonang, ketika dikonfirmasi wartawan mengatakan, pihaknya telah mengamankan dua tersangka yang diduga sebagai pelaku pembunuhan korban, yakni Zulkarnain Rambe dan Erwin Syahputra. (JW/MBB)

Kirim Komentar Anda

Email anda tidak akan di tampilkan.