LUBUK PAKAM | Dikonews -

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Daerah Sumatera Utara mendesak polisi segera mengungkap pembunuh dari bocah 4 tahun, Selo Nababan. Selo merupakan korban penculikan yang akhirnya dihabisi dan dibuang di keranjang sampah.

“Peristiwa yang dialami korban pelaku melakukan selain tindakan penculikan, kekerasan fisik, juga melakukan sodomi kepada korban. Karena itu ia harus dikenakan pasal berlapis,” kata Ketua Komisi Perlindungan Anak Daerah Sumatera Utara Muhammad Zahrin Piliang, Kamis (21/2/2013).

Dalam kasus ini, diduga pelaku pembunuh mengalami kelainan seksual. Sebab hasil visum menunjukkan adanya bukti kekerasan seksual pada Selo. Diduga kekerasan ini bentuk pelampiasan kemarahan si penculik.

Jasad Selo kini telah dimakamkan. Tapi sang bunda, Kasma Boru Manurung masih terpukul atas kematian anak tercinta.

Sebelumnya juga si penculik meminta tebusan Rp 2 miliar kepada keluarga Selo. Jelas saja permintaan itu tak bisa dipenuhi sang ayah, Sahar Nababan yang hanyalah seorang kepala dusun di Desa Pagar Jati, Kecamatan Lubuk Pakam, Deli Serdang, Sumut.

Selo Nababan yang diculik ditemukan tak bernyawa dalam keranjang sampah, diduga karena keluarga korban tak mampu membayar tebusan yang diminta pelaku. Lokasinya tak jauh dari rumah orangtuanya, yakni di samping rumah warga dekat tumpukan kayu dalam karung plastik.

KPAID Sumut juga mengimbau agar para orangtua lebih ketat mengawasi anak, khususnya yang masih di bawah 5 tahun. (Ais)

Komentar via Facebook

Kirim Komentar Anda

Email anda tidak akan di tampilkan.