LUBUK PAKAM | Dikonews -
Sidang kasus narkoba di Pengadilan Negeri Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Selasa 19/3/2013 petang, berakhir ricuh.
Pantauan diruang persidangan, kericuhan bermula saat Jaksa Penuntut Umum, Rumondang SH, membacakan surat dakwaan terhadap terdakwa Said (28). Ibu terdakwa, Juhaini sontak membantah keterangan Jaksa yang mengatakan kalau Said tidak terlibat sebagai pengedar sabu-sabu.
Kericuhan terus berlanjut saat seorang Jaksa membuka baju dan menantang keluarga terdakwa untuk berkelahi. Aksi Jaksa ini mengundang emosi keluarga terdakwa. Sehingga keluarga terdakwa langsung ikut membka baju menerima tantangan Jaksa Penuntut Umum. Namun aksi ini berhasil diredam keluarga terdakwa.
Sementara, ibu Juhaini terus saja mengamuk, ia tidak terima kalau sabu-sabu yang menjadi barang bukti dipersidangan menjadi milik Said. Sementara barang haram tersebut milik terdakwa Teguh, katanya.
Awalnya polisi menangkap Teguh karena memiliki barang haram tersebut. Sehingga polisi melakukan pengembangan dan berhasil menangkap Julham, Said dan Wembi, warga Desa Bandar Labuhan Kecamatan Tanjung Morawa sebagai saksi. Namun saat dilakukan pemeriksaan Said dijadikan tersangka utama pemilik narkoba tersebut.
Menurutnya, diduga Jaksa Penuntut Umum dan Polisi telah terima uang puluhan juta rupiah dari terdakwa Teguh. Sehingga persidangan terdakwa Teguh dilakukan ditempat terpisah dan tidak bersama Said, Julham dan Wembi.
Sementara pihak Kepolisian berjanji kepada ibu korban akan melepaskan Said apabila pemeriksaan telah selesai.
Meskipun suasana diruang pengadilan ricuh, namun persidangan tetap dilakukan dengan agenda keterangan saksi. Keluarga terdakwa akhirnya membubarkan diri setelah terdakwa dibawa kembali ke rumah tahanan Lubuk Pakam. (Imam Susanto)

Komentar via Facebook

Kirim Komentar Anda

Email anda tidak akan di tampilkan.