BANDUNG | Dikonews -

Promosi Wakil Ketua Pengadilan Negeri (Waka PN) Bandung Setyabudi Tejocahyono jadi hakim tinggi terancam batal karena ditangkap KPK. Padahal jauh sebelum penangkapan, Setya juga pernah dihukum Mahkamah Agung (MA).

“Dari 3 laporan masyarakat, pada tahun 2012 dia terbukti melanggar kode etik hakim dan direkomendasikan mendapat sanksi teguran tertulis. Kemudian diambil alih oleh MA,” kata juru bicara KY, Asep Rahmat Fajar kepada wartawan, Selasa (22/3/2013).

Pada tahun 2011 Setya juga dilaporkan masyarakat ke KY tapi tidak terbukti melakukan pelanggaran kode etik. Pada 2013 ini juga ada masyarakat yang melaporkan Setya namun belum selesai ditelusuri, Setya keburu tertangkap KPK.

“Dalam menangani laporan masyarakat, KY juga seringkali melakukan koordinasi dengan lembaga negara lain agar hasilnya optimal,” tutur Asep.

KY meminta MA memberhentikan sementara Setyabudi. Hakim ini juga harus dipecat setelah ada putusan tetap dari pengadilan. “Serta menghentikan hak-haknya sebagaimana telah diatur dalam peraturan perudang-undangan,” kata juru bicara KY Asep rahmat Fajar.

Hakim dengan golongan IV/c mengantongi sertifikasi pelatihan hakim dalam perkara korupsi pada Januari 2010. Setyabudi juga mengantongi sertifikasi hakim tingkat pertama Pengadilan Hubungan Industrial dan program pelatihan hakim Pengadilan Niaga.

Setyabudi juga telah mengantongi sertifikasi penunjang participant in a program on court automation and the United States Court System. The National Center For State Court, Change Management dan Pelatihan Pemantauan Alur Perkara.

Setyabudi resmi dilantik sebagai Waka PN Bandung pada 12 April 2012. Setyabudi sebelumnya menjabat sebagai Ketua PN Tanjung Pinang. (dtc)

Kirim Komentar Anda

Email anda tidak akan di tampilkan.