ASAHAN | Dikonews -

Cinta sering buat orang gelap mata. Di Asahan, Sumatera Utara, seorang pemuda pengangguran, Fernando Malau (20), tega memperkosa dan membakar temannya hingga tewas hanya karena cintanya ditolak.

Fernando ditangkap petugas Polres Asahan di Kampung Durian Medan, Senin (22/4), sehari setelah penemuan mayat Windasari Br Manurung (17) di perkebunan karet PT Bakrie Sumatera Plantation, Kisaran. Siswi kelas XII SMKN 1 Kisaran ini ditemukan tewas dengan bekas luka bakar di sebagian tubuhnya, Minggu (21/4) pagi.

Sebelum ditemukan, Windasari menghilang selama dua hari. Keberadaannya sempat tidak diketahui setelah pamit dari rumah karena ingin mengikuti persiapan perpisahan di sekolahnya.

“Setelah melakukan penyelidikan dan pengembangan dan memintai keterangan saksi-saksi kita berhasil menangkap pelaku yang ternyata teman korban sendiri. Pelaku ditangkap di rumah temannya di Medan,” ucap Kasat Reserse Kriminal Polres Asahan AKP Fahrizal.

Dalam pemeriksaan polisi, Fernando mengakui semua perbuatannya. Dia mengaku nekat memerkosa dan membunuh korban karena dendam dan sakit hati karena cintanya ditolak korban.

“Ada motif dendam, karena cintanya ditolak. Padahal selama ini pelaku sering membelikan korban pulsa dan membantu korban,” jelas Fahrizal.

Sebelum memerkosa, tersangka mencekik dan memukul Windasari. Dia kemudian membeli bensin dan menyiramkannya ke tubuh perempuan itu.

Tak berhenti sampai di sana, Fernando kemudian menutup tubuh Windasari yang sudah terbakar dengan dedaunan. Dia kemudian membawa sepeda motor korban dan menjualnya kepada penadah seharga Rp 700 ribu. Hasil penjualan itu digunakannya sebagai modal melarikan diri.

Fahrizal memaparkan, pelaku dijerat dengan Pasal 340 jo 338 jo 365 jo 285 KUHPidana. “Ancamannya hukuman seumur hidup,” pungkas Fahrizal. (mc)

Kirim Komentar Anda

Email anda tidak akan di tampilkan.