LABUHAN BATU | Dikonews -

Satuan Narkoba Polres Labuhanbatu, tangkap lepas 4 orang yang diduga bandar sabu yang ikut digerebek dari Rumah Makan Lapaloma Rantauprapat, Rabu (24/4) lalu. Anehnya, keempatnya dilepas sebelum dilakukan tes urine.

Keempat bandar yang dilepas itu adalah Hertanto Situmorang (35), Rizal Sinaga (26), Suryani (48) dan Icca Br Sembiring (19). “Memang keempat orang itu dipulangkan tanpa menjalani tes urine, sebab kami tidak punya biaya.

Kalau mau dilakukan tes urine dan tes darah, mereka harus dibawa ke Medan kan rumit urusannya,” kilah Kasat Narkoba Polres Labuahanbatu AKP Sugeng saat ditemui METRO di ruang kerjanya, Kamis (25/4) kemarin.

Sementara, JS (30) salah seorang warga Bagan Batu yang mengenal dekat Hertanto ketika dihubungi mengatakan, Hertanto Situmorang merupakan adik salah seorang anggota DPRD dan dikenal sebagai salah satu bandar sabu terbesar di Bagan Batu.

“Kalau di Bagan Batu, si Hertanto itu biasa dipanggil si Het. Banyak yang bilang dia itu bandar sabu tunggal di Bagan Batu. Padahal, dia adik seorang anggota dewan di Rokan Hilir,” kata JS.

JS mengaku kaget, saat mengetahui Hertanto dan ketiga rekannya dilepas pihak kepolisian. “Saya memang dapat kabar si Hertanto ditangkap polisi di rumah makan kemarin. Tapi  yang membuat saya jadi heran, kenapa rekannya si Wenndy ditahan sedangkan dia tidak. Padahal, si Hertanto memang bandar sabu,” katanya.

Terpisah, Praktisi Hukum Labuhanbatu Ahyar Idris SH saat dimintai tanggapannya terkait dilepaskannya empat orang terduga bandar sabu itu mengatakan, tindakan pihak Polres Labuhanbatu perlu dipertanyakan.

“Seharusnya pihak penyidik terlebih dahulu melakukan tes urine atau tes darah di RSUD Rantauprapat sebelum melepaskan ke empat orang itu. Apalagi  mereka disebut-sebut komplotan bandar sabu di Bagan Batu. Kok malah dilepas?,” jelasnya.

Menurut Ahyar, jika tes urine terhadap terduga bandar sabu benar tidak dilakukan pihak kepolisian, maka akan membenarkan pernyataan Hertanto yang mengaku telah memberikan uang sebanyak Rp30 juta kepada oknum polisi agar dia dan ketiga rekannya dilepas.

“Kalau pengakuan terduga bandar sabu itu benar, berarti ada sebuah pemerasan. Dan kita minta Propam segera menyelidiki dan memberi tindakan sebagai efek jera kepada oknum polisi yang suka memeras,” ucap Ahyar.

Seperti diberitakan, Hertanto Situmorang, salah seorang pria yang diamankan dari Rumah Makan Lapaloma Rantauprapat, Rabu (24/4) karena diduga terlibat peredaran sabu-sabu, mengaku sudah memberikan uang kepada personil Polres Labuhanbatu agar bisa dilepaskan.

Hertanto , Kamis (24/5) menuturkan, setelah dilakukan pemeriksaan terhadap dirinya dan tiga rekannya, mereka akan dilepas pihak kepolisian, karena sudah memberikan uang Rp30 juta. “Sudah Rp30 juta uangku diminta polisi. Tapi masih saja dipersulit.

Bahkan, mereka mau minta Rp20 juta lagi sebelum kami diperbolehkan pulang,” ungkap Hertanto ketika ditanyai di ruang Satnarkoba Polres Labuhanbatu. (sp)

Kirim Komentar Anda

Email anda tidak akan di tampilkan.