SEI RAMPAH | Dikonews -
Dugaan malpraktek yang dilakukan oleh RS Sultan Sulaiman Sergai, Sumatera Utara, Keluarga Topan Hidayat Hasibuan alias Topan (19), melakukan aksi unjuk rasa didepan Rumah Sakit tersebut.
Dalam orasinya, puluhan massa yang di koordinatori paman korban, Budi Hasibuan, menuntut pertanggung jawaban RS Sultan Sulaiman atas kehilangan kedua kaki Topan yang di duga korban mal praktek. Budi juga menuding ketidak becusan kerja dokter di RS tersebut.
Sekitar 30 menit melakukan aksi, perwakilan unjuk rasa langsung di terima di aula RS Sultan Sulaiman. Dalam pertemuan tersebut Dirut RS Sultan Sulaiman Sergai Dr Ahmad Khaidir di hadapan keluarga korban mengatakan akan segera membahas permasalah medis tersebut dan dalam waktu dekat ini pihak kita akan segera merapatkan hal ini dan untuk dokter medisnya juga nanti akan kita panggil” ucapnya.

Setelah mendengar penjelasan itu, puluhan keluarga korban membubarkan diri dengan tertib. (Fhery N)

Komentar via Facebook

  • Marojahan says:

    Tuntut aja Rumah Sakit tersebut beserta Dokternya, minta kedua kaki yang di potong mereka dan ingat apa bila di kasih periksa dan cek dahulu DNA nya apa memang milik Topan atau bukan.Kalau nggak ada ini adalah kasus mutilasi paling kejam di dunia. Orang masih hidup namun sebagian tubuhnya sudah di potong-potong!

Kirim Komentar Anda

Email anda tidak akan di tampilkan.