SEI RAMPAH | Dikonews -
Topan Hidayat Hasibuan alias Topan (19) warga Dusun II, Desa Firdaus, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, harus pasrah kehilangan kedua kakinya untuk diamputasi karena membusuk setelah sempat di rawat selama 11 hari di RS Sultan Sulaiman Sergai.
Informasi yang dihimpun, pada Jum’at 12/4/2013 lalu, Topan mengalami kecelakaan. Kedua kaki Topan mengalami luka dan mendapat 3 jahitan, hingga di vonis dokter untuk rawat inap. Namun selama 11 hari Topan yang di rawat tidak kunjung sembuh, malah luka di dua kakinya semakin parah dan membusuk.
Betapa kagetnya, ketika dokter rumah sakit menyatakan bahwa kedua kaki Topan harus segera diamputasi karena mengalami infeksi yang akan menjalar kebagian tubuh lainnya.
Topan kepada wartawan mengatakan tidak menyangka harus kehilangan kedua kakinya hanya gara-gara luka kecil. Aku sangat kesal sekali kenapa bisa jadi seperti ini, padahal cuma luka ringan tapi harus menjadi tambah parah dan harus kehilanngan kedua kaki ku” ucap Topn sedih.
Dirut RS Sultan Sulaiman Sergai, Dr Ahmad Khaidir saat di konfirmasi mengatakan, pihaknya akan melakukan rapat dan membahas permasalahan tersebut. Namun ketika disinggung adanya malpraktek dan siapa dokter bedahnya, Dirut RS tersebut enggan memberitahukannya, “biar kami proses dulu, apa masalahnya, untuk dokter nanti saja kami beritahukan” ucapnya singkat. (Fhery N)
  • Marojahan says:

    Minta bukti kedua kaki yang di potong! Harus ada jangan beri kesempatan kepada Rumah Sakit dan Dokter bedahnya untuk membisniskan kaki tersebut.Ingat banyak Dokter yang mau tamat tahun ini.
    Kalu kedua kaki tersebut tidak di kembalikan, ini ada kasus mutilasi paling biadab di dunia.Manusianya masih hidup kok sudah di mutilasi??

Kirim Komentar Anda

Email anda tidak akan di tampilkan.