SIDIMPUAN | Dikonews -

Kasus penembakan yang menewaskan Sangkot Siregar, toke getah asal Batang Toru, menemui titik terang. Ini setelah seorang tersangka, Safaruddin Pohan alias Ucok Pohan, yang juga orang kepercayaan korban ditangkap. Sejauh ini, polisi masih memburu empat orang lainnya yang terlibat dan diduga melarikan diri ke Pekanbaru.

Informasi yang dihimpun dari Polres Tapsel, Rabu (22/5), menyebutkan bahwa dari hasil pemeriksaan sejumlah saksi, petugas mendapatkan titik terang yang mengarah kepada seorang tersangka, yakni Ucok Pohan.

Menurut keterangan petugas Polres Tapsel ini, pihaknya mengindentifikasi dari alat komunikasi yang dimiliki Ucok berisi pesan singkat yang menunjukkan kasus penembakan toke getah tersebut.

Untuk diketahui, Ucok adalah orang yang bersama korban di dalam mobil sebelum penembakan terjadi. Saat itu, Ucok ikut dengan korban ke pabrik getah di Panompuan Kecamatan Angkola Timur, Tapsel. Dan, ketika menuju arah pulang, tepatnya di daerah Sianggunan, Ucok turun. Selanjutnya, korban sendiri mengemudikan mobil fortuner BB 1007 HC warna hitam ke arah Pasar Batang Toru.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Tapsel AKP Wilson Pasaribu melalui KBO Reskrim Iptu Kusnadi, membenarkan telah menahan seorang yang diduga terlibat dalam penembakan toke getah Batang Toru tersebut. Ucok Pohan ditetapkan sebagai tersangka sesuai hasil penyelidikan dan pengembangan dari saksi-saksi.

“Benar, kita sudah amankan satu orang berinisial UP yang diduga terlibat dalam kasus ini. Dari tangan tersangka kita mengamankan alat komunikasi berupa handphone yang berisi petunjuk yang dapat menjadi titik terang mengungkap kasus ini,” terang Kusnadi.

Kusnadi menambahkan, pihaknya juga sedang bekerja ekstra untuk menangkap empat tersangka lain yang juga diduga terlibat dalam kasus tersebut. “Kita terus lakukan pengembangan. Beberapa petugas sudah berangkat menuju salahsatu tempat di luar Tabagsel untuk menangkap empat tersangka lainnya yang terlibat dalam kasus ini. Dan, mohon maaf kita belum bisa sebutkan siapa keempat orang tersebut. Doakan saja, petugas dapat menangkapnya,” harapnya

Sementara itu, Rocky Gultom (25), menantu korban, ketika mengatahui salah seorang yang diduga terlibat dalam kasus tersebut adalah Ucok, mengaku, memang mempunyai dugaan ke arah tersangka. Sebab, menurut informasi dari orang-orang yang ia kenal, Ucok dikenal kurang baik. Ia juga menduga ada indikasi kepada usaha korban terhadap orang-orang yang tidak suka kepada korban.

“Dari awal saya sudah menduga seperti itu, karena dari beberapa orang yang saya tanya banyak yang mengatakan kalau Ucok Pohan adalah sosok yang kurang baik. Nah, dari situ saya mulai curiga kepadanya. Tapi walaupun begitu, saya serahkan semua permasalahan ini kepada pihak kepolisian. Semoga bisa cepat terungkap siapa saja pelaku dari peristiwa yang telah mengambil nyawa mertua saya,” ucap Rocky tegas.

Sebelumnya, Sangkot Siregar (55), toke getah di Pasar Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), tewas ditembak orang tak dikenal, saat mengemudikan mobil Fortuner BB 1007 HC, Senin (20/5) malam.

Adegan bak film laga yang menimpa pria beristri dua ini, terjadi di jalanan rusak Desa Sipenggeng, Kecamatan Batang Toru, Tapsel. Belum diketahui motif di balik penembakan itu. Sebab, uang ratusan juta yang dibawa korban masih utuh.

Menurut Kapolsek Batang Toru AKP Idris, saat itu, korban hendak pulang dari Kota Padangsidimpuan menuju rumahnya di Pasar Batang Toru, Tapsel, dengan mengendarai Fortuner. Ketika melewati Desa Sipenggeng, Kecamatan Batang Toru, tiba-tiba mobil yang dikendarai korban dipepet dua kendaraan jenis sepedamotor bebek dan RX King. Tidak ada yang mengetahui jelas kejadian tersebut. Sebab, peristiwa itu terjadi di jalanan sepi dan rusak saat magrib.

Selanjutnya, korban ditemukan dalam keadaan terluka dan dibawa ke klinik terdekat. Melihat kondisi korban yang terluka parah dan mengeluarkan banyak darah, korban dirujuk ke ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Padangsidimpuan (Psp).

Sementara itu, W Daulay (44), warga Hapesong Baru, Kecamatan Batang Toru, Tapsel, yang ikut mengantar korban ke RSUD Psp menyebutkan, korban baru pulang dari Psp dengan membawa uang ratusan juta yang akan dipergunakan untuk membayar getah.
Masih kata Daulay, saat ditemukan warga, korban sudah dalam keadaan terluka. Sebelum dibawa ke RSUD Psp, korban dibawa ke Klinik Rizki.

“Korban memiliki istri dua. Istri pertama, boru Harahap. Dari istri pertama, korban memiliki tiga anak. Kalau istri kedua, saya kurang tahu siapa dan ada berapa anak,” kata Daulay sembari mengaku melihat uang yang dibawa korban.

Dan, berita kematian toke getah ini langsung mengundang perhatian petinggi Pemkab Tapsel. Pasalnya, tak lama setelah korban tiba di Rumah Sakit, Bupati Tapsel Syahrul Pasaribu dan beberapa anggota DPRD Tapsel dan kepala SKPD datang melihat korban. Menurut seorang SKPD, korban dikenal cukup baik dan dermawan.

“Ga nyangka saya ia sudah meninggal. Padahal kemarin masih sempat berkomunikasi dengan saya lewat telepon,” ujarnya. (dk/ms)

Komentar via Facebook

  • adzan says:

    makasih ya dah meliput berita batang toru,tapi tolong beritanya tambah sedikit biar akurat

Kirim Komentar Anda

Email anda tidak akan di tampilkan.