KAIRO | Dikonews -

Media massa Mesir mengkhawatikan situasi keamanan di negeri Piramida itu terkait dengan demonstrasi besar oposisi antipemerintah yang digelar Minggu (30/6), bertepatan dengan setahun kekuasaan Presiden Muhammad Mursi.

`Mesir dicekam ketakutan`, demikian judul berita utama surat kabar semipemerintah, Al Ahram, Ahad, merujuk pada demo besar oposisi di satu pihak dan pendukung Mursi di pihak lain.

“Mesir berada di pucak gunung berapi,” tulis koran semipemerintah lainnya, Al Akhbar.

Koran itu menulis, “Bundaran Tahrir mengumandangkan berakhirnya kekuasaan Mursi, dan di Bundaran Masjid Rabiah Adawiyah mempersiapkan pelatihan perang”, merujuk pada pusat demo kedua kubu berseberangan tersebut.

Surat kabar independen Al Mujaz mengatakan, “Tidak ada perlindungan bagi kamu hari ini,” disertai gambar Presiden Mursi, Moursyid/Pemimpin Tertinggi Ikhwanul Muslimin Mohamed Badie, dan Wakil Mursyid Khairat Al Shatir.

Koran oposisi, Al Wafd memberi judul beritanya, “Hari perhitungan (bagi Mursi)…Seluruh rakyat bersiap melakukan pemberontakan besar.”
“Hari terakhir bagi kekuasaan Mursi dan kroninya,” kata koran independen Al Dustur.

Surat kabar berpengaruh di Timur Tengah, Al Hayat, melansir berita berjudul, “Mesir menahan nafas atas demo besar menentukan nasib kekuasaan Ikhwanul Muslimin.”

Sementara itu, di lapangan tampakĀ  kedua kelompok berseberangan tersebut dalam unjuk rasa mereka mempersenjatai diri dengan pentungan dari kayu dan potongan besi.

Oposisi memusatkan unjuk rasa di Bundaran Tahrir di pusat kota Kairo dan pendukung di Bundaran Masjid Rabiah Adawiyah, Kairo Timur. Bundaran Tahrir ditutup untuk kendaran umum sejak Jumat (28/6) begitu pula di Bundaran Rabiah Adawiyah.

Kantor-kantor pemerintah dan swasta tampak tutup pada Minggu kendati merupakan awal pekan setelah liburan akhir pekan pada Jumat dan Sabtu.

Di sisi lain, Presiden Mursi pada Sabtu dini hari dilaporkan menerima Menteri Pertahanan merangkap Panglima Angkatan Bersenjata Jenderal Abdel
Fatah Al Sisi untuk membahas situasi keamanan di negara itu.

Kepala Negara juga menerima Perdana Menteri Hisham Qandil dan Menteri Dalam Negeri yang membawahi lembaga kepolisian, Jenderal Mohamed Ibrahim untuk mendiskusikan masalah serupa.

Hingga Ahad siang, jalan-jalan di kota Kairo terlihat lengang, hanya kepadatan kendaraan tampak di sekitar Bundaran Tahrir dan Bundaran Rabiah Adawiyah.

Dalam sepekan menjelang 30 Juni, terjadi bentrokan di beberapa provinsi antara pendukung dan anti-Mursi yang menewaskan delapan orang dan ratusan orang cedera, menurut laporan Kementerian Kesehatan. (Antara)

Komentar via Facebook

  • abdul karim says:

    Kalau mursi punya pikiran bagus,,,?? Mendingan dia mundur aja biar nga ada perang saudara,,, dari pada dia cuma pikir diri sendiri mending dia di tembak aja,,,

Kirim Komentar Anda

Email anda tidak akan di tampilkan.