SIMALUNGUN | Dikonews -

Sidang perdana kasus pembunuhan Kapolsek Dolok Pardamean Kompol (Anumerta) Andar Siahaan digelar di Pengadilan Negeri (PN) Simalungun, Kamis (4/7), pukul 11.00 WIB.

Sebanyak 18 dari 19 terdakwa dituduh melakukan pembunuhan berencana melanggar pasal 340 KUHPidana, dengan ancaman hukuman pidana mati.

Sidang beragendakan pembacaan dakwaaan terhadap ke-18 terdakwa disampaikan jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejari Simalungun secara bergantian di hadapan dua majelis hakim masing-masing diketuai Ketua PN Abdul Siboro dan Wakil Ketua Ramses Pasaribu.

Ke-18 terdakwa dimaksud adalah Tamaria Aruan (49), Rusdin Everi Sinaga (31), Kosdin Saragih (53), Sofyan Sitio (44), Wariyanto alias Anto (30), Jasarmen Sinaga (51), Jordan Silalahi (38), Karnain Tamba (41), Rudi Antoni Sidabutar (44), Dedi Jam Ricardo Girsang (41), Pandapotan Haloho (34), Jaresdin Saragih (39), Boing Sidebang (46), Mariden Sinaga (30), Fernandus Turnip (30), Juki Ardo Naibaho (41), Jadi Reofentua Sinaga alias Tua Sinaga (22), Reynaldo Manurung alias Edo (22).

Keseluruhannya adalah warga Huta Dolok Saribu, Kecamatan Dolok Pardamean.

Sedangkan terdakwa Walsen Malau (29), juga warga Huta Dolok Saribu, Kecamatan Dolok Pardamean, dalam dakwaan jaksa ia disebut berperan mengambil dompet milik Kapolsek Dolok Pardamean Kompol (Anumerta) Andar Siahaan, didakwa Pasal 365 Ayat (1) KUHPidana subsider Pasal 361 (1) ke-2 KUHPidana tentang pencurian yang didahului, disertai atau diikuti dengan kekerasan terhadap orang dengan ancaman hukuman paling lama sembilan tahun pidana penjara.

Dalam pasal 340 KUHPidana disebutkan, “barang siapa sengaja dan dengan rencana lebih dahulu merampas nyawa orang lain diancam karena pembunuhan dengan rencana (mood), dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu, paling lama dua puluh tahun.”

Majelis hakim yang diketuai Abdul Siboro memegang lima berkas perkara atas nama sepuluh terdakwa. Sedangkan majelis hakim yang diketuai Ramses Pasaribu memegang enam berkas perkara atas nama sembilan terdakwa.

Sedangkan pembacaan dakwaan dilakukan secara bergantian. Pembacaan dakwaan pertama dilakukan langsung Ketua Tim JPU Edmon Purba dan berlanjut ke anggota lainnya hingga selesai.

Sidang berlangsung di dua ruangan berbeda, yakni di ruang sidang utama dan ruang sidang I PN Simalungun. Sidang dinyatakan selesai pukul 15.30 WIB dan kembali dibuka pada Kamis (11/7) dengan agenda mendengarkan keterangan saksi.

Ditemui usai persidangan, Ketua Tim JPU Edmon Purba menyatakan, ke-18 terdakwa selain terdakwa Walsen Malau yang disangkakan sebagai pengambil dompet korban, didakwa dengan pasal 340 KUHpidana.

“Selain pasal 340, kita juga menyertakan pasal lainnya yang berkaitan dengan kasus itu. Mengenai pasal yang mana dikenakan kepada masing-masing, akan dibuktikan oleh fakta di persidangan dan dinilai oleh majelis  hakim,” ujarnya.

Ketua PN Simalungun yang juga sebagai Ketua Majelis Hakim ketika dikonfirmasi mengatakan, sidang tersebut merupakan sidang perdana dan akan kembali dibuka minggu depan. “Untuk sidang minggu depan, agenda kita mendengarkan saksi,” ujarnya.

(Dk/Ms)

 

Kirim Komentar Anda

Email anda tidak akan di tampilkan.