SURABAYA | Dikonews -

Hari gini masih percaya weton (hitungan jawa)? Gara-gara masalah weton, pasangan Muhamad Muhajirin (21) dan Sri Wahyuni (20) batal menikah, meski saling mencintai.

Karena itu pulalah Sri Wahyuni nekat mengakhiri hidupnya dengan cara mencoba masuk ke dalam kolong truk trailer yang tengah melaju di Jalan Margomulyo Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (13/7).

Beruntung, upaya bunuh diri gadis asal Nganjuk ini berhasil digagalkan anggota Polantas yang tengah berjaga di Pospol 57 Margomulyo. Gadis yang bekerja sebagai penjual Standart Card di BSM Sarimulya Margomulyo ini, langsung pingsan saat diselamatkan petugas.

Dikonfirmasi terkait kejadian ini, Kasubbag Humas Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, AKP Lily Djafar mengatakan, gadis itu nekat ingin mengakhiri hidupnya karena putus cinta, kemudian patah hati dan ingin bunuh diri dengan masuk ke kolong truk yang tengah berjalan di Jalan Margomulyo.

“Korban langsung pingsan saat diselamatkan anggota Polantas di Pospol 57 Margomulyo. Sekarang sudah diamankan di Polsek Asemrowo. Kejadiannya tadi sore sekitar pukul 15.30 WIB,” terang Lily, Sabtu (13/7) malam.

Lily juga mengatakan, saat ini pihaknya belum bisa mengorek keterangan secara detail. Sebab, kondisi korban masih shock. “Dia (korban) masih stres berat, sehingga belum bisa dimintai keterangannya. Apalagi, selama di Polsek Asemrowo dia teriak-teriak histeris.”

Namun, dari hasil informasi yang diterima pihak kepolisian, aksi nekat Sri Wahyuni ini karena orangtuanya tidak merestui hubungannya dengan Muhamad Muhajirin, pemuda asal Burno, Bojonegoro yang bekerja di pabrik kayu Jalan Kalianak 5 . (Dk/mc)

Kirim Komentar Anda

Email anda tidak akan di tampilkan.