MAKASSAR | Dikonews -

Puluhan mahasiswa Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar terlibat bentrokan dengan aparat kepolisian saat menggelar aksi unjuk rasa mengecam aksi penembakan yang menewaskan rekannya, Aksal. Lemparan batu dibalas tembakan gas air mata.

Bentrokan terjadi di depan kampus Unismuh, Jalan Sultan Alauddin, Makassar, Senin (23/9/2013) sore. Aparat Polsek Rappocini dan Polrestabes Makassar melepaskan tembakan gas airmata untuk membalas lemparan batu mahasiswa.

Sebelumnya, mahasiswa Unismuh memblokir jalan Sultan Alauddin dengan menyandera truk tronton pengangkut kontainer. Mereka mendesak Kapolda Sulselbar Irjen Burhanuddin Andi mencopot pelaku penembakan Aksal, Brigpol Yusuf, dari kesatuannya.

Dalam bentrokan, polisi mengamankan 2 mahasiswa yang diduga provokator dalam aksi kericuhan tersebut. Usai memukul mundur mahasiswa hingga masuk ke dalam kampusnya, polisi membuka akses jalan Sultan Alauddin menuju Kabupaten Gowa yang sempat terputus akibar aksi mahasiswa.

Selain di kampus Unismuh, mahasiswa Universitas Muslim Indonesia juga menggelar aksi di Jalan Urip Sumoharjo dan kampus Universitas Indonesia Timur di jalan Rappocini, Makassar. Untungnya, aksi solidaritas mahasiswa di kampus lain berlangsung aman.

Penembakan Aksal terjadi Kamis (19/9) pagi. Ia menyerang sebuah kios kaki lima. Saat ditenangkan, is justru membacok lengan kiri Brigpol Yusuf. Mahasiswa berusia 26 tahun itu pun ditembak.
(Dk/Dtc)

Komentar via Facebook

Kirim Komentar Anda

Email anda tidak akan di tampilkan.